AVTECH EagleEyes-lite adalah aplikasi gratis untuk semua pelanggan terhormat dari AVTECH hanya untuk Corporation, EagleEyes-lite sangat mudah dan nyaman untuk digunakan, fitur yang kuat dengan desain antarmuka yang ramah pengguna. Fungsi deskripsi:
1. Real-time streaming video langsung monitor remote IP-Camera dan DVR Device (AVTECH produk saja).
2. Dukungan DVR tunggal, Multi-channel monitor swithing.
3. Dukungan protokol TCP-IP.
4. Auto Re-login setelah melepas fungsi.
5. Dukungan video tipe seperti: MPEG4, H.264 untuk DVR / IPCAM.
6. Dukungan PTZ Control (Normal / Pelco-D / Pelco-P).
7. Tampilan Video rugi / Cover saluran.
8. Dukungan Push Pemberitahuan.
Panel sentuh fungsi deskripsi:
1. Satu sentuhan untuk beralih saluran.
2. Satu sentuhan untuk mengontrol PTZ HotPoint.
3. Double klik untuk Max Zoom In / Out.
4. Dua jari mencubit untuk PTZ Zoom In / Out.
Catatan: versi ini hanya mendukung 1 account addressbook.
Tentang AVTECH Corporation: Untuk menyediakan produk yang paling kompetitif adalah prestasi terbaik AVTECH Corporation dicapai tahun ini, juga memungkinkan AVTECH Corporation untuk menjadi pemenang di pasar.
AVTECH Corporation akan terus untuk menggabungkan pengalaman distribusi komponen semikonduktor dan keuntungan pemasok terkemuka surveilans keamanan. Dengan keunggulan ini,
AVTECH Corporation bersikeras mengembangkan teknologi dan terus mempromosikan digitalisasi nya, integrasi, dan produk jaringan. AVTECH pelanggan di seluruh dunia akan memberikan harga terbaik, fungsi yang terbaik, dan pelayanan terbaik.
Apa yang baru dalam versi ini:
1. Memperbaiki beberapa bug;
2. Mempercepat koneksi kecepatan;
3. Meningkatkan kehalusan layar;
4. Meningkatkan kinerja decode;
5. Memperbaiki masalah koneksi untuk AVC760;
6. Dukungan deteksi untuk status koneksi iPhone;
7. Memodifikasi Daftar Acara operasi.
EagleEyes for iPhone unleashes the power of mobile surveillance within your iPhone. Working hand in hand with AVTECH IVS range units, iPhone pushes notifications to you even when you are on the road and allows you to instantaneously logging back in your DVR to check in on your treasured property. If you have controllable cameras on site like zoom or PTZ cameras, EagleEyes for iPhone provides you the most intuitive and convenient control right at your finger tips. EagleEyes for iPhone is the best compliment to your powerful AVTECH surveillance system.
Installing and configuring EagleEyes for iPhone (Take “EagleEyes-Plus” as an example)
Go to “APP Store” or the link above for program download and installation.
When the installation is completed, run the program to enter the “Addressbook” page similar as shown below. Select “+” on bottom left side to add new connection.
Key in the connection information needed, and press “Get Type” to check if you can get the correct product type and image icon.
(A) 16 CH DVR, (B) 8 CH DVR, (C) 4 CH DVR, (D) PTZ IPCAM, (E) Normal IPCAM, (F) Unknown.
Flow Counting: Enter the statistics page of Flowing Counting.
Event List: Enter the event list and search the data you want to play.
Press “Save” on the top right side to save and quit.
(Optional) To configure more advanced settings, press “Setting” on the top right side. The changes here will apply to all connections in “Addressbook”.
Auto login:
Slide to "ON" to automatically log into the last-connected device previously when EagleEyes is activated.
Gesture Command:
Slide to "OFF" to disable the direct-touch operations. Users can only operate via touching the function buttons on the screen.
PTZ Turbo:
Speed up the PTZ control. For example, when it's set to "2", the program will treat one touch as two touches.
Alert Sound:
Set whether to enable (ON) or disable (OFF) the alert sound when push notifications are received.
Auto Lock:
Slide to "ON" to disable the iPhoneR's keylock function in case the connection is off when the keylock is on.
Return to “Addressbook”, and press the connection you want to log in.
kita gunakan untuk mengontrol DVR dari jarak jauh dan juga tidak memungkinkan bila setiap kita ingin melihat CCTV harus meminta seseorang untuk melihat ip publiknya terlebih dahulu, disamping itu ISP yang menawarkan ip static yang tergolong mahal dan masih di compressi.
sebenarnya untuk menyiasatinya ini dapat berhasil sempurna tergantung dari modem, DNS ISP, dan DVR itu sendiri.
1. untuk dapat memulainya anda lihat di dalam menu DVR,
- Tekan tombol dvr menu pada remote DVR
- Masukkan admin password (jika ada)
- Pilih menu network dengan menekan tombol enter/select
- Kemudian lihat apakah terdapat menu DDNS (jika ada pilih)
- Posisikan fungsi DDNS menjadi enable
- masukkan host yang anda inginkan semisal ( ajbskediri.dyndns.org )
- masukkan username yang anda inginkan semisal ( cctv )
- masukkan password yang anda inginkan semisal ( kediri )
- pilih service DDNS posisikan Dyndns.com
- Save setting dan keluar dari menu dvr
- restart dvr.
2. beralihlah ke client komputer anda
- buat account di www.dyndns.com dengan klik sign in > create an account
- usernamenya sesuai yang anda masukkan di dvr semisal ( cctv )
- passwordnya juga sesuaikan dengan di dvr semisal ( kediri )
- isi dan patuhi persyaratannya.
- anda akan di minta untuk melihat inbox email anda
- lakukan verifikasi dengan mengklik link yang ada di email dari admin dyndns.com
- lakukan log in dengan menuliskan username dan password di kolomnya
- klik My Account
- pilih Add host service di brakedown / barisan bawah menu My Service
- masukkan hostname sesuai dengan yang di dvr semisal (ajbskediri)
- cari dan pilih host service dyndns.org
- klik Your current location's IP address is 125.164.19.171
- contreng Mail Routing
- klik add to cart
- klik Next >>
- klik activate service >>
- masuk ke menu start (jika anda memakai OS windows)
- masuk ke accessories pilih command prompt
- ketik ping(spasi)ajbskediri.dyndns.org tekan enter (ajbskediri.dyndns.org adalah host yang anda buat tadi)
- jika tampilannya reply from 125.164.19.171 4 kali ( maka sudah dapat digunakan)
- jika tampilan request time out ( maka anda perlu mendownload software dyndns)
- klik support pada layar atas web www.dyndns.com
- klik Download Now DynDNS@ updater 4.1.6 for windows 2000 or later
- tunggu sampai download selesai
- jalankan software updater dyndns
- masukkan username dan password account anda di www.dyndns.com
- contreng host anda
- tekan apply
AVTECH EagleEyes-lite adalah aplikasi gratis untuk semua pelanggan terhormat dari AVTECH hanya untuk Corporation, EagleEyes-lite sangat mudah dan nyaman untuk digunakan, fitur yang kuat dengan desain antarmuka yang ramah pengguna.
Fungsi deskripsi:
1. Real-time streaming video langsung monitor remote IP-Camera dan DVR Device (AVTECH produk saja).
2. Dukungan DVR tunggal, Multi-channel monitor swithing.
3. Dukungan protokol TCP-IP.
4. Auto Re-login setelah melepas fungsi.
5. Dukungan video tipe seperti: MPEG4, H.264 untuk DVR / IPCAM.
6. Dukungan PTZ Control (Normal / Pelco-D / Pelco-P).
7. Tampilan Video rugi / Cover saluran.
8. Dukungan Push Pemberitahuan.
Panel sentuh fungsi deskripsi:
1. Satu sentuhan untuk beralih saluran.
2. Satu sentuhan untuk mengontrol PTZ HotPoint.
3. Double klik untuk Max Zoom In / Out.
4. Dua jari mencubit untuk PTZ Zoom In / Out.
Catatan: versi ini hanya mendukung 1 account addressbook.
Tentang AVTECH Corporation: Untuk menyediakan produk yang paling kompetitif adalah prestasi terbaik AVTECH Corporation dicapai tahun ini, juga memungkinkan AVTECH Corporation untuk menjadi pemenang di pasar.
AVTECH Corporation akan terus untuk menggabungkan pengalaman distribusi komponen semikonduktor dan keuntungan pemasok terkemuka surveilans keamanan. Dengan keunggulan ini,
AVTECH Corporation bersikeras mengembangkan teknologi dan terus mempromosikan digitalisasi nya, integrasi, dan produk jaringan. AVTECH pelanggan di seluruh dunia akan memberikan harga terbaik, fungsi yang terbaik, dan pelayanan terbaik.
Apa yang baru dalam versi ini:
1. Memperbaiki beberapa bug;
2. Mempercepat koneksi kecepatan;
3. Meningkatkan kehalusan layar;
4. Meningkatkan kinerja decode;
5. Memperbaiki masalah koneksi untuk AVC760;
6. Dukungan deteksi untuk status koneksi iPhone;
7. Memodifikasi Daftar Acara operasi.
Gratis perancangan detail design denah cctv (utk pembelian di atas 8 kamera) senilai Rp 1.000.000,-
Gratis training mengenai penggunaan sistem CCTV
Gratis tutorial instalasi CCTV (untuk pembelian tanpa instalasi)
Garansi resmi seluruh produk 2 (dua) tahun (kecuali adaptor garansi 3 bulan)
Gratis biaya kunjungan selama 1 (satu) tahun untuk wilayah Malang (apabila terjadi kerusakan/masalah, tekhnisi kami siap datang melayani anda maksimal dalam 2 x 24 jam setelah menerima laporan anda)
Free Survey dan Free Demo (untuk wilayah Malang dan sekitarnya)
Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia untuk pembelian tanpa instalasi ( dikirim via ekspedisi udara PT Mex Berlian, apabila tidak terjangkau oleh PT Mex Berlian akan dikirim via Tiki/JNE dengan dikenakan biaya tambahan )
Jika terjadi kekurangan kabel coaxial dikenakan biaya sebesar Rp 4.500,- / meter, kekurangan kabel power dikenakan biaya sebesar Rp 3.000,-/meter, banyaknya kekurangan kabel yang dibutuhkan akan diinformasikan saat dilakukan instalasi (pada kabel coaxial selalu tertera keterangan panjangnya kabel saat itu di setiap meternya, sehingga anda tidak perlu khawatir terjadi kecurangan dalam perhitungan kabel)
Akses internet disediakan pihak pembeli apabila ingin mengakses CCTV via internet
Harga:
Rp. 17.300.000 – tanpa instalasi
Rp. 20.500.000 – dengan instalasi
- Tekan DVR Menu pada remote DVR
- Masukkan Password DVR 0000 (default)
- Tekan tombl Down pada remote DVR 5 kali ( Event Info ) tekan Right
- Pilih Quick Search dengan menekan tombol Enter
- Tentukan Tanggal, Bulan, Tahun dan Jam Peristiwa dengan tombol Right/Up/Down
- Setelah anda tentukan pilih Start dengan tombol Enter
- Untuk mempercepat hasil rekaman tekan tombol FF
- Untuk Mengakhiri tekan tombol Stop
B. Cara Memback Up Peristiwa
- Tekan DVR Menu pada Remote DVR
- Masukkan Password DVR 0000 (default)
- Tekan Down 6 kali dan buka Menu USB Back-up dengan tombol dan Right
- Pilih Back Up dengan tombol Enter DVR
- Contreng Camera yang akan di back up
- Tentukan Tanggal, Bulan, Tahun dan Jam pertama kali peristiwa terjadi
- Kemudian tentukan Tanggal, Bulan, Tahun dan Jam berakhirnya peristiwa terjadi
- Masukkan Flashdisk pada slot USB
- Pilih Start dengan tombol Enter untuk memulai back up
- Setelah selesai Tekan Tombol DVR Menu.
C. Untuk melihat DVR dengan Computer
- Install program Setup Video Viewer di Computer.
- Double Klik Video Viewer di Desktop Computer
- Akan muncul 2 Kotak hitam ( Address dan Control Anytime )
- Tekan Add pada Kotak Hitam Address
- Masukkan IP Address DVR semisal ( 192.168.1.334 )
- Masukkan User Name ( admin )
- Masukkan Password ( admin )
- Kemudian klik Apply
- Di Kotak hitam Address akan muncul IP Address anda semisal ( 192.168.1.334 )
- Double klik IP Address Anda
- Tunggu hingga Camera Muncul.
D. Jika Salah Satu Camera dilayar Monitor Muncul Video Loss
- Check Apakah Connector BNC di Belakang DVR lepas
- Check installasi Cable Video Belden dan Cable Power Camera
- Lihat dan sentuh Adaptor Camera jika terasa Hangat berarti masih berfungsi
- Kemudian coba lihat Cameranya LED-nya menyala atau tidak.
Seperti diketahui bersama, DVR menggunaan hard disk sebagai media penyimpanan video yang umumnya dioperasikan selama 24 jam non-stop. Recording sendiri pada intinya adalah proses menulis ke dalam hard disk, sehingga bisa dibayangkan betapa seringnya jarum hard disk bergerak dari satu sector ke sector lainnya. Proses ini berlangsung terus-menerus selama recording berjalan. Dampaknya adalah terjadi penumpukan panas yang berlebihan pada hard disk (overheat).
Di sisi lain, kebanyakan standalone DVR belum memiliki kehandalan yang setara dengan PC dalam hal management penyimpanan data. Pada PC penyimpanan data diatur secara rapi oleh Sistem Operasi yang dipakai (misalnya Windows, Linux dan lainnya) melalui apa yang dinamakan dengan File Allocation Table (FAT). Sedangkan pengaturan data pada standalone DVR ini tidaklah secermat PC. Dampak dari kelemahan ini adalah data rekaman menjadi rentan terhadap fragmentasi (datanya bercerai berai).
Overheat dan Fragmentasi diduga kuatsebagai 2 penyebab utama dari masalah yang sering muncul selama pemakaian DVR. Adapun masalah yang sering dikeluhkan customer adalah:
-DVR suka me-restart sendiri.
-DVR tidak bisa dioperasikan (tombol-tombol macet).
-Rekaman pada tanggal tertentu hilang / tidak bisa diputar ulang (playback).
-Gambar membeku saat playback.
-Gambar hilang (blank), baik saat Live maupun Playback.
Data dari Departemen Servis SAGT menunjukkan, bahwa masalah hard disk menjadi faktor penentu kestabilan kerja DVR. Tidak sedikit masalah DVR yang diselesaikan “hanya” dengan melakukan format ulang pada hard disk, baik format dari menu DVR-nya sendiri ataupun format low level. Setelah hard disk diformat ulang, DVR menjadi normal seperti sediakala. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah: mengapa bisa demikian?
Dari sejarahnya hard disk memang hanya dirancang untuk PC, bukan untuk DVR yang terus-menerus merekam (menulis) data tanpa henti. Pada PC yang terjadi justru kebalikannya, yaitu hard disk lebih banyak dibaca daripada ditulis. Jika ada yang bertanya, bukankah proses menulis dan membaca itu sama saja membuat jarum hard disk bergerak menjelajahi piringannya?
Jawabannya memang benar, tetapi sejak dulu para insinyur PC telah membuat teknik khusus agar hard disk tidak dibaca langsung secara kontinyu. Teknik ini dikenal dengan istilah “caching”, dimana hasil pembacaan hard disk disimpan dulu di dalam memori (baca: RAM). Processor akan membaca data dari RAM, bukan dari hard disk lagi. Perhatikanlah dengan seksama lampu indikator hard disk pada PC kita. Apakah ia sering berkedip-kedip cepat atau sering mati? Semakin sering lampu ini mati, semakin baik. Artinya, proses caching sudah bekerja, sehingga hard disk bisa istirahat sejenak atau bahkan dalam waktu lama, tergantung dari besarnya RAM yang dipasang. Selama data yang diperlukan masih ada di dalam memori, processor akan mengambil data ini dari sana, bukan dari hard disk.
Kembali pada kasus DVR. Pernahkah hard disk pada DVR ini istirahat? Jika pernah, maka tentu saja pada saat DVR sedang stop (tidak merekam) atau powernya mati. Di luar itu, maka hard disk DVR akan bekerja keras selama 24 jam non-stop. Perhatikanlah lampu HDD pada DVR selalu berkedip-kedip. Hal ini menandakan, bahwa hard disk sedang ditulisi oleh data. Penulisan data secara berlebihan (excessive) seperti ini akan menimbulkan panas yang tinggi, sebab DVR merekam secara “direct to disk”. Inilah jawaban kami mengapa temperatur hard disk menjadi penentu stabil atau tidaknya kerja DVR.
Sebagai informasi tambahan, beberapa produsen hard disk ternama telah mengeluarkan hard disk yang dikhususkan untuk aplikasi DVR (Surveillance). Sebut saja SV35 Series™, Barracuda® ES dan EE25 Series™ dari Seagate atau WD AV, WD AV-GP dari Western Digital. Pada DVR faktor thermal (panas) yang ditimbulkan oleh hard disk menjadi isu yang penting saat ini. Hal ini semakin memperkuat keyakinan kami, bahwa kehandalan hard disk memegang peranan penting.
Sayangnya hard disk khusus untuk DVR saat ini masih terbilang jarang dijumpai di pasaran lokal. Boleh jadi karena banyak orang yang belum mengetahuinya atau mungkin disebabkan aplikasi DVR masih sangat sedikit dibandingkan kebutuhan hard disk pada PC. DVR-DVR yang beredar saat ini kebanyakan masih menggunakan hard disk biasa yang sebenarnya diperuntukkan untuk PC.
Namun demikian, berikut ini ada beberapa Tips yang bisa membantu dalam mengoperasikan DVR dengan tenang dan bebas masalah.
1.Biasakanlah menghitung kapasitas hard disk dan kebutuhan waktu perekaman
Langkah ini jarang dilakukan, padahal sangat penting. Perkiraan bisa dimulai dari kapasitas hard disk yang ditawarkan atau berdasarkan kebutuhan rekaman customer, misalnya 1 minggu atau 1 bulan. Gunakan utility Space Calculation dari CNB atau program lain yang sejenis.
Contoh:
DVR Standalone SDF-1212 4 Channel dengan kapasitas hard disk terpasang 250GB akan dioperasikan penuh pada mode Continuous (24 jam) dengan resolusi 360x288, quality High dan frame rate 25 fps. Maka berdasarkan data di atas, kita bisa memperkirakan kapan waktu rekaman habis, yaitu hanya 5.8 hari saja (kurang dari satu minggu).
2.Lupakanlah Hard Disk Kapasitas Besar
Hard disk “kecil” antara 80 - 160 GB untuk kebanyakan aplikasi rumah dan pabrik skala kecil sudah cukup memadai. Sebagai ilustrasi, satu hard disk 160GB sudah cukup untuk merekam 16 channel selama 1 minggu pada kecepatan 5 fps seperti terlihat pada hasil perhitungan di bawah ini. Hard disk ukuran kecil pada umumnya lebih tahan lama (durable) dan mudah ditangani. Jika sulit diperoleh di pasaran, pilihlah hard disk yang berkapasitas di bawah 300GB.
3.Biasakan mencatat waktu awal rekaman ataupun saat memulai rekaman baru
Inipun jarang dilakukan, padahal cukup mudah. Tinggal menulis tanggal dan jam di atas kertas, kemudian simpan di atas DVR sebagai pengingat.
4.Sebaiknya pilihan Overwrite dibuat OFF
Tips ini terdengar aneh sekaligus merepotkan, tetapi tidak ada salahnya jika diterapkan. Argumentasinya, jika pilihan ini dibuat ON, DVR akan kesulitan dalam menentukan track awal pada saat memulai rekaman baru, karena track-track tadi sudah berisi data. Akibatnya terjadilah fragmentasi yang akan berujung pada timbulnya masalah.
5.Segera lakukan proses backup saat ada peristiwa penting
Hal ini dimaksudkan agar momen penting yang tersimpan lama di hard disk dapat diselamatkan pada saat DVR macet.
6.Formatlah hard disk sebelum melakukan rekaman baru
Jika sibuk, usahakan menunjuk orang lain yang bisa melakukan hal itu. Pastikan peristiwa yang penting sudah di-backup.
7.Khusus untuk DVR PC Base, manfaatkanlah fungsi Auto Reboot
Hal ini akan membuat resource pada PC menjadi fresh kembali.
Kesimpulan
Pada intinya DVR tidak bisa dibiarkan bekerja tanpa pengawasan dan pengontrolan. DVR apapun merk dan kualitasnya, perlu ditinjau secara berkala sesuai dengan lamanya waktu hard disk habis. Jika ditetapkan 1 minggu, maka “luangkanlah waktu” untuk melihat isi rekaman dalam minggu yang sama. Setiap kali ada momen penting, segeralah lakukan backup. Jika tidak ada, lakukanlah format ulang hard disk sebelum memulai rekaman yang baru. Untuk alasan itulah, maka sebaiknya pilihan Overwrite dibuat OFF.